Endingnya Gini! Tangisan Yang Menjadi Alunan Pembalasan
Langit Jakarta, 2047, abu-abu seperti layar ponsel yang retak. Anya menatap hologram iklan kecap yang berputar-putar. Setiap hari sama: debu, kopi sintetis, dan bayangan Kenzo. Bayangan yang tinggal di gema pesan suara kuno. Kenzo, dengan suara serak yang menenangkan, "Anya, kalau kau dengar ini, aku pasti sudah..." Terputus. Sinyal hilang, seperti cintanya.
Anya adalah Arkeolog Digital, menggali sisa-sisa internet purba sebelum "Kiamat Digital" menelan semuanya. Tugasnya: menemukan jejak Kenzo. Obsesinya: menghidupkan kembali masa lalu, masa lalu di mana Kenzo bernapas.
Di sisi lain waktu, 1997, Kyoto. Kenzo, seorang komposer eksperimental, duduk di depan piano usang. Hujan bergemuruh di luar, menyamai dentuman di dadanya. Melodi yang ia ciptakan, "Alunan Kiamat", terasa seperti bisikan dari masa depan. Bisikan tentang Anya, perempuan yang tidak pernah ia temui, namun wajahnya terbayang jelas setiap kali jemarinya menari di atas tuts.
Setiap malam, Kenzo merekam komposisinya ke kaset. Kaset yang ia kirim ke kotak pos tanpa nama, tanpa alamat. Ia hanya tahu, entah bagaimana, melodi itu akan sampai ke Anya. Akan menjadi petunjuk.
Anya menemukan kaset-kaset itu di gudang arsip digital yang berdebu. Setiap nada adalah tangisan yang menjadi alunan pembalasan. Balas dendam pada waktu yang telah merenggut Kenzo darinya. Ia mengutak-atik perangkat transduksi, mencoba menjembatani jurang temporal. Ia ingin berteriak, "Kenzo! Aku di sini!" Tapi hanya statis yang menyahut.
Suatu malam, Anya berhasil. Layar berkedip, menampilkan sosok Kenzo, muda dan rapuh, di depan piano usang. "Anya?" bisiknya, matanya terbelalak. "Kau... Kau mendengarku?"
"Kenzo! Aku mencarimu!" Anya membalas, air mata membasahi pipinya.
Namun, keajaiban itu tidak berlangsung lama. Gambar berdistorsi, suara pecah. Kenzo mencoba berteriak, "Jangan... Jangan cari..." ZAP! Layar mati total.
Anya terjatuh, putus asa. Ia menyadari, TRAGEDI ini jauh lebih rumit. Kenzo di masa lalu sedang mencoba mencegahnya. Mencegah Anya menggali masa lalu. Mengapa?
Ia menggali lebih dalam. Menggali ke dalam kode-kode yang rumit, algoritma tersembunyi dalam komposisi Kenzo. Dan ia menemukan jawabannya. Jawaban yang membuatnya menggigil.
Kenzo Bukanlah komposer biasa. Ia adalah ARSITEK Simulasi. Kiamat Digital, kehancuran dunia 2047, adalah KARYANYA. Ia menciptakan Anya sebagai VARIABEL UJI. Cinta mereka, ILUSI.
"Alunan Kiamat" adalah kode penghancur, dan Anya, dengan obsesinya, telah membangkitkannya kembali.
Lalu, layar di sekeliling Anya mulai berkedip. Sistem mulai runtuh. Dunia mulai padam.
Dan saat kegelapan menelan segalanya, Anya mendengar pesan terakhir dari Kenzo, bergema dari masa lalu, dari masa depan, dari dimensi yang retak: "Maaf, Anya… ini semua hanya… game..."
You Might Also Like: Reseller Skincare Bisnis Sampingan