Baiklah, inilah kisah dracin intens berjudul 'Aku menunggumu di dunia yang tak kau kenal', yang kubuat sesuai permintaanmu: **Aku Menunggumu di Dunia yang Tak Kau Kenal** Malam itu, salju turun bagai tabir kematian. Di atas hamparan putih yang ternoda darah merah membeku, berdiri *Xiulan*. Gaun sutranya yang dulu semerah api, kini kotor dan basah. Di tangannya, sebilah belati perak berkilau dingin, memantulkan rembulan yang tersembunyi di balik awan kelabu. Udara membeku, membawa serta aroma dupa terbakar dan *air mata yang mengering di pipi*. Di depannya, tergeletak sosok *Lin Wei*, pria yang dulu begitu dicintainya, kini terluka parah. Matanya yang redup menatap Xiulan dengan campuran benci dan penyesalan. "Xiulan… kenapa…?" bisiknya lirih, suaranya tercekat. Xiulan tertawa—tawa tanpa kebahagiaan, hanya gema kehampaan. "Kenapa? Kau masih bertanya kenapa, Lin Wei? Setelah semua yang kau lakukan?" *** Dulu, Xiulan adalah seorang gadis ceria yang hidup di desa terpencil, dilindungi oleh keluarganya. Lin Wei, seorang pemuda kota yang tampan dan penuh janji, datang seperti angin puyuh dan merebut hatinya. Janji-janji diucapkan di bawah pohon sakura yang bermekaran, janji tentang *masa depan yang indah, tentang cinta abadi*. Namun, Lin Wei membawa rahasia. Rahasia tentang hutang keluarga, tentang ambisi yang membara, dan tentang keluarga Xiulan yang menyimpan kunci kekayaan terpendam. Cinta Lin Wei hanyalah topeng yang menyembunyikan rencana licik. Malam itu, desa Xiulan dibakar habis. Keluarganya dibantai. Xiulan, yang selamat secara ajaib, menemukan dirinya terlempar ke dunia yang asing dan kejam. Dunia tempat kebencian tumbuh subur di dalam hatinya. Bertahun-tahun berlalu. Xiulan menjelma menjadi wanita tangguh, dingin, dan penuh perhitungan. Dia mempelajari seni bela diri, merangkai intrik, dan mengumpulkan kekuatan. Dia hidup hanya untuk satu tujuan: *MEMBALAS DENDAM*. *** "Kau mengambil segalanya dariku," desis Xiulan, suaranya bagai desisan ular. "Kau membunuh keluargaku, menghancurkan hidupku, mencuri masa depanku." Lin Wei terbatuk darah. "Aku… aku terpaksa. Ayahku… dia mengancamku." "Alasan! Alasan murahan!" Xiulan meludahkan kata-kata itu. "Kau memilih keserakahanmu daripada cintaku. Kau memilih kekuasaan daripada kehormatan." Dia mengangkat belati itu tinggi-tinggi. "Di atas *ABU* desa yang terbakar, aku bersumpah untuk membalas dendam. Dan malam ini, aku akan menepati janji itu." Mata Lin Wei memohon ampun, tetapi Xiulan tidak melihat apa pun selain *KEBENCIAAAN*. Belati itu meluncur ke bawah, menembus jantung Lin Wei. Darah memuncrat, mewarnai salju semakin merah. Xiulan mencabut belati itu dan berdiri, menatap mayat Lin Wei tanpa emosi. Balas dendamnya telah selesai. Tapi di dalam hatinya, tidak ada kelegaan. Hanya kehampaan yang lebih dalam. Dia berbalik, berjalan menjauh dari mayat itu, meninggalkan dunia yang tak dikenalnya. Meninggalkan semua kenangan dan semua rasa sakit. Di kejauhan, terdengar lolongan serigala, memecah kesunyian malam. *Bayangan dari masa lalu akan selalu menghantuimu, Xiulan, bahkan di dunia yang tak kau kenal.*
You Might Also Like: 0895403292432 Peluang Bisnis Kosmetik
Share on Facebook