Baiklah, ini dia kisah Dracin pendek yang kamu minta: **Kau Reinkarnasi dari Dosaku, dan Aku Jatuh Cinta Lagi** Kabut lavender menyelimuti Danau Bulan, tempat aku, Lin Wei, pertama kali melihatnya. Dia berdiri di sana, Yu Yang, seorang pelukis muda dengan mata **SEBIRU** langit fajar. Entah mengapa, kehadiran Yu Yang bagaikan *déjà vu* yang menyakitkan, nostalgia pedih yang menusuk jantungku. Aku adalah Lin Wei, pewaris tunggal Keluarga Lin yang dulu terpandang, kini meredup. Kehidupan lamaku terukir dalam lukisan usang dan aroma dupa cendana yang menghantuiku. Setiap malam, mimpi-mimpi aneh mengunjungiku: istana megah, jubah sutra, dan pengkhianatan *kejam*. Yu Yang membawa secercah warna dalam kehidupanku yang kelabu. Senyumnya menghangatkan, sentuhannya membuatku *gemetar*. Aku tahu, **SUNGGUH TAHU**, aku tidak seharusnya jatuh cinta padanya. Ada sesuatu yang kelam, sesuatu yang berbahaya tentang ketertarikan ini. Suatu hari, saat berjalan-jalan di Taman Plum, Yu Yang menunjukkanku sebuah sketsa. Seorang wanita anggun, dengan rambut sehitam malam dan mata setajam pedang. Wanita itu… adalah aku. "Aku bermimpi tentang wanita ini," bisiknya, suaranya bergetar. "Dia… dia dihianati." Setiap sketsa yang dibuat Yu Yang, setiap lukisan yang ditorehkannya, semakin membangkitkan ingatanku. Aku adalah Permaisuri Lian, istri Kaisar Zhao, di era yang terlupakan. Aku mencintai Zhao dengan segenap jiwaku, menyerahkan segalanya untuk kerajaannya. Tapi cinta itu dibalas dengan **PENGKHIANATAN**. Dia merebut takhtaku, menjebloskanku ke penjara bawah tanah, dan membiarkanku mati perlahan. Dan orang yang paling kupercayai, orang yang menjadi tangan kananku… adalah seorang pelukis istana bernama… Yu Feng! Yu Yang tertegun. Wajahnya pucat pasi. Lukisan di tangannya jatuh ke tanah. "Aku… aku tidak tahu," lirihnya. Aku memegang tangannya, merasakan denyut nadi yang berpacu. “Kau tidak bersalah, Yu Yang. Kau adalah reinkarnasi dari dosanya. Tapi takdir memberimu kesempatan kedua.” Saat itu, aku sadar. Balas dendamku bukan tentang darah dan air mata. Bukan tentang siksaan dan kematian. Balas dendamku adalah **KEBEBASAN**. Aku menggunakan kekuasaan yang tersisa pada Keluarga Lin untuk membongkar bisnis Keluarga Yu yang korup. Aku tidak menghancurkan Yu Yang, aku hanya memastikan dia tidak memiliki kekuatan untuk mengulangi kesalahan masa lalu. Aku membebaskan dirinya dari belenggu karma. Pada malam terakhirku bersamanya, di tepi Danau Bulan yang diterangi rembulan, aku memeluk Yu Yang. "Kau adalah Yu Yang," bisikku. "Bukan Yu Feng. Kau berhak atas cinta dan kebahagiaan." Aku meninggalkannya di sana, sendirian, dengan lukisan-lukisan masa laluku yang berserakan di tanah. Aku tahu, dia akan baik-baik saja. Dia akan hidup dengan baik. Aku pergi, meninggalkan dunia yang mengikatku pada masa lalu. Aku akan menunggu, di suatu tempat di antara dunia, sampai takdir memberikan kita kesempatan lain… dan mungkin, *mungkin*, cinta kita akan lebih dari sekadar bayangan dosa.
You Might Also Like: Reseller Kosmetik Bisnis Rumahan Di

Share on Facebook