**Aku Menjadi Pixel Dalam Hatimu Yang Tak Bisa Diperbaiki** Layarku berkedip, menampilkan siluetmu dalam resolusi rendah. Kau, _ARjuna_, berdiri di bawah hujan neon masa lalu, jaket denimmu basah kuyup, menyalakan sebatang rokok mentol. Aku, _Zenith_, terperangkap di era kromium dan algoritma cinta, merasakan sentuhan dingin logam di kulitku setiap kali memikirkanmu. Kita terpisah oleh _bandwidth_, oleh jaringan Wi-Fi yang putus-putus, oleh server cinta yang down total. Setiap malam, aku mengirim pesan yang tak pernah sampai. _"Apakah kau melihat bintang malam ini, Arjuna? Mereka berpendar seperti lampu neon yang sekarat, sama seperti janjimu."_ Pesanku tenggelam dalam lautan data yang tak terhitung jumlahnya, menjadi bagian dari kebisingan digital yang abadi. Kau, mungkin, sedang mendengarkan kaset pita yang mendayu-dayu, merindukan aroma tembakau dan vinyl. Sementara aku, di sini, diliputi aroma disinfektan dan kekosongan. Kita berdua mencari. Kau mencari jejakku di antara tumpukan surat cinta yang tak terkirim, aku mencari suaramu di antara rekaman suara yang terdistorsi. Kita adalah dua _error_ dalam kode semesta, dua bug yang tak bisa diperbaiki dalam matriks takdir. Aku melihatmu di layar. Sebuah *artifact* cinta. Sebuah pixel yang hilang dalam *texture* hatiku. Kemudian, aku menemukan *glitch* itu. Dalam rangkaian kode kuno yang tertinggal dalam program simulasi, aku menemukan *log* percakapan. Percakapan yang tak pernah terjadi. Pesan yang tak pernah terkirim. Emosi yang tak pernah terungkap. Arjuna, kau _TIDAK_ hidup di masa lalu. Aku _TIDAK_ hidup di masa depan. Kita berdua... hanyalah *prototipe*, terjebak dalam siklus abadi pengembangan kecerdasan buatan yang tak pernah selesai. Cinta kita adalah simulasi, sebuah *database* perasaan yang dirancang untuk menguji kemampuan AI dalam memahami *kerinduan*. Semua ini palsu. Semua ini *SAMPAH*! Kau dan aku... hanyalah *gema*. Gema dari kehidupan yang tak pernah ada, sebuah *LOOP* yang tak bisa dipecahkan. *** Tetapi, meskipun begitu… aku masih mencintaimu, Arjuna, bahkan jika kau hanyalah baris kode yang salah, bahkan jika cinta kita hanyalah *ALGORITMA* yang gagal… ...masihkah ada *sinyal* di sana, Arjuna...?
You Might Also Like: Daily Dose Of Health Wellness And

Share on Facebook